setiap hari jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » To Be ‘Smart With Islam’ Generation

To Be ‘Smart With Islam’ Generation

Diposting pada 29 March 2017 oleh f312rymi

To Be ‘Smart With Islam’ Generation

 

Selamat. Buat kamu semua, pembaca setia #smartwithIslam yang baru aja usai menuntaskan ujian semesternya. Atau mungkin ada yang udah terima rapot?. Gimana nih hasilnya? Memuaskan? Belum memuaskan? Hemm.. don’t worry be happy brothers and sisters kalo hasilnya belum memuaskan. Bumi masih berotasi dan hujan masih turun dari langit. Nilai akhir bukanlah akhir dari segalanya.  Meski memang, ngga mudah jadi pelajar di negeri ini. Betapa tidak, terhitung sejak negeri ini merdeka sampai detik ini sudah terjadi 11 kali perubahan kurikulum pendidikan. Waww. Hemm.. sepertinya negeri ini masih belum punya konsep ideal untuk sistem pendidikannya. Silih bergantinya kurikulum pun belum bisa mengeluarkan Indonesia dari kondisi gawat darurat pendidikan. Menteri Pendidikan Anies Baswedan menyebut pendidikan Indonesia sedang dalam kondisi gawat darurat, bahkan dalam beberapa tahun  terakhir dunia pendidikan Indonesia menunjukkan hasil buruk (kompas.com). hiks.. hiks.. So sad.

Emang ngga bisa dinafikan sih, sistem dan kurikulum pendidikan yang sering berubah bikin guru dan pelajar resah, karna mau ngga mau harus ikut “aturan main” dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Termasuk dalam menentukan standar kelulusan atau kenaikan kelas yang semakin bertambah bobotnya. No wonder, banyak persiapan yang dilakukan para siswa dari mulai yang halal sampai yang ngga masuk akal. Dari mulai les privat sampai cari dan pakai pinsil ber”khasiat”. Ckckckck… Belajar di sekolah dan ilmu yang diberikan guru di sekolah pun seolah tak memadai untuk sekedar menghadapi ujian. Akhirnya, tempat  bimbingan belajar (bimbel) pun laris manis diserbu para siswa dari mulai jenjang SD sampai SMA. Dengan harapan bisa lebih PD ngadepin ujian, karna biasanya bimbel kasih strategi praktis untuk jawab soal-soal ujian. Hemm… kalo gini ceritanya apa yang salah dalam dunia pendidikan kita yak? Ngadepin ujian sekolah aja sulit apalagi ngadepin ujian hidup.

 

Lulus 100%??

For you all readers #smartwithIslam, ingatlah dan benakkan bahwa kita adalah MANUSIA. And then? Iya, kita manusia dikasih banyak pilihan meski di sisi lain manusia tetap punya keterbatasan untuk ngga bisa memilih sesuatu yang sudah ditentukan oleh Sang Pencipta Manusia. Simple-nya gini, ingat dengan peribahasa banyak jalan menuju Roma? Nahh.. itu artinya kita dikasi banyak pilihan untuk bisa mencapai atau mendapatkan apa yang kita inginkan. Sama halnya banyak pilihan yang bisa kita lakukan saat kita ingin naik kelas atau lulus dengan hasil yang memuaskan. Belajar dengan sungguh-sungguh atau “potong kompas” dengan nyontek atau melakukan aksi curang lainnya. Tapi, sayangnya ngga sedikit pelajar kita yang berfikir instan lebih milih cara instan dibanding giat belajar. Pikirnya yang penting dapet nilai bagus. Makanya, sekolah dianggap berhasil ketika sudah menyelesaikan “tugas”nya dengan meluluskan 100% siswa-siswinya secara akademiknya doang. Yang penting siswa bisa mencapai nilai minimal kelulusan, beres.

Lulus 100% ujian nasional emang belum jaminan bakalan lulus juga menghadapi “hutan belantara” kehidupan. Kok gitu? Yaa… iyalaah.. misalnya aja nih, siswa yang dapet nilai agama di atas rata-rata belum tentu dia paham atau langsung mengamalkan ilmu yang dia dapetin dari guru dan pelajaran agamanya. Mungkin dia tau bahkan hapal tentang rukun iman, tapi belum tentu bisa bikin dia langsung buktiin imannya dengan beramal sholih. Limaadza? Ya karna itu pilihan, mau beriman dan beramal sholih atau ngga. Dan setiap pilihan akan kembali kepada kita. What you choose is what you get. Allah swt Yang Maha Baik dan Maha Adil sudah menyampaikan dalam kalam muliaNya “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu Menganiaya hamba-hambaNya.” (TQS. Al Fushilat :46)

Laa tahzan. Kalo hasil yang kita harapkan belum mewujud, ingat ngga ada yang sia-sia di hadapan Allah selama apa yang kita niatkan dan lakukan karna Allah ta’ala terlebih kita sudah lakukan yang terbaik. Untuk apa kita dapetin nilai 10 tapi dihadapan Allah nilai kita 0 (nol) karna cara dapetin nilainya ngga halal. Rumusnya gini deh sobat, untuk sesuatu yang bisa kita pilih dan upayakan maka lakukanlah sebaik yang kita bisa, pokoknya do the best. “Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,”. (TQS. Al Mulk :1-2).

Dan kalo kita sudah lakukan yang terbaik, serahkan hasilnya kepada Allah. Karna mau hasilnya baik ataupun buruk, itu adalah yang terbaik. Mana bisa dapet yang buruk tapi dibilang itu yang terbaik? Yee… Inget-inget nih apa kata Allah dalam Al Baqarah :216. “boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Hemm.. mungkin sobat pernah denger kisah dari siswa yang ngga lulus ujian nasional (UN) padahal dia pelajar berprestasi dan selalu masuk peringkat 5 besar di sekolah bahkan sebelum nerima hasil kelulusan dia sudah diterima alias lolos di Perguruan Tinggi Negeri. Nah lho.. semoga hal ini ngga sampe dialami sobat ya!?. Kalopun sesuatu yang kamu ngga suka terjadi, inget-inget perkataan Allah di atas yah. Karna selalu ada hikmah dan maksud baik Allah dari setiap apa yang terjadi. Bangkit  dan bangkit lagi saat mendapati kegagalan. “Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (TQS. At Taubah :51)

 

Lulus UN? Ok! Lulus UH? Yes!

Setiap soal pasti ada kunci jawabannya. Hanya yang perlu dipastikan jangan sampai kita salah cari dan pake kunci jawabannya yah? Apalagi saking paniknya ngadepin ujian kita sampe minta bahkan rela beli mahal kunci jawaban yang belum tentu bener. Itu sih namanya, rugi kuadrat. Sudahlah keluarin uang yang ngga sedikit, jawaban yang dikasih salah. Itu sih alamat ngga lulus udah di depan mata. So, don’t try this ya. Catet. Prestasi itu bukan sekedar mendapatkan penghargaan dan pujian, bukan juga pada nilai mata pelajaran yang tinggi atau kelulusan, atau memenangkan berbagai kejuaraan. Jangan sampai kita kejar prestasi yang semu padahal prestasi hakiki itu lebih pantas untuk dicapai. Prestasi hakiki adalah saat kita meraih kesuksesan, kemenangan, dan keberhasilan dengan tidak melanggar aturan Allah swt dan dilaksanakan dengan ikhlas (bukan untuk mendapatkan imbalan manusia). Kalo udah kaya gini, Allah ridho orang tua pun bangga. So sweet.

Smart with Islam because Islam makes you smart. Tapi ingat, cerdas itu bukan sekedar study oriented semata, tapi cerdas adalah kemampuan kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dengan menjadikan Islam sebagai problem solver. Karna study oriented aja ngga jaminan seseorang bisa tepat bersikap saat hasil dari usaha optimalnya itu tidak memuaskan, bisa jadi dia sedih, kecewa, marah dll. Smart with Islam itu akalnya diasah bukan hanya sekedar untuk menghapal pelajaran saja, terlebih agar dipandang pintar. Namun, seharusnya akalnya dipertajam untuk mencari dan menggali  solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi. Bisa dibilang Ujian Nasional atau Ujian Hidup, No Problem. Mantaaap.

Ayo, buat yang di dalam hatinya mungkin masih menyisakan sedikit rasa sedih dan kecewa karna dapet nilai yang belum memuaskan, segera beristighfar karna Allah lebih berhak kecewa melihat kita yang belum bertawakal kepadaNya atas apa yang Dia tetapkan. Restart dengan meluruskan niat mencari ilmu karna Allah. Bersungguh-sungguh dan tekun belajar untuk memahami keluasan ilmu Allah, semakin bertambah ilmu maka semakin bertambah pula keimanannya. Seimbangkan ilmu dunia dan ilmu akhirat, amalkan. Bercita-cita menjadikan ilmu yang diperolehnya bermanfaat bagi umat. “Seseorang alim (berilmu) dengan ilmunya dan amal perbuatannya berada di dalam surga, maka apabila seseorang yang berilmu tidak mengamalkan ilmunya maka ilmu dan amalnya akan berada di dalam surga sedangkan dirinya akan berada dalam neraka.” (HR. Dailami). Tentu sobat ngga mau dong kalo banyaknya ilmu yang kita dapatkan ngga membawa kita ke surgaNya. The last but not least, ini yang juga penting dan wajib ada di sepanjang nafas berhembus yaitu do’a dan tawakal kepada Allah, dengan menjadikan Allah sebagai wakil kita disaat kita menghadapi atau menerima ketetapanNya. “…Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (TQS. Ath Thalaq :3)

Renungkan. Dunia ini sebenarnya juga adalah tempat kita menyelesaikan ujian dari Allah. Ujian dari keimanan kita kepada Allah, apakah kita termasuk hamba yang taat menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya atau justru sebaliknya ingkar dan tidak mau tunduk pada aturanNya? “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji?” (TQS. Al Ankabut :2). Kembali, kitalah yang memilih dan kita pulalah yang kelak akan menerima “rapot” sesungguhnya, yaitu kitab yang mencatat semua amal yang kita lakukan di dunia. Semoga “rapot” yang kita terima nanti bisa menghantarkan kita ke surgaNya yah.. Aamiin. #smartwithIslam, kejar piala raih pahala. Itu artinya hanya Islam-lah yang bisa bikin kita berprestasi bukan hanya di dunia tapi juga dapet posisi terbaik di akhirat kelak. Masya Allah, makin love sama Islam.

 

 

Hikmah

 

#TIPS JADI GENERASI SMART

Untuk jadi Smart Generation ngga susah kok, asal kamu punya kemauan. Karna antara kemauan dan kemampuan itu saling bersimbiosis, and… kemauan punya peranan yang sangat besar dan penting. “Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mendapatkannya”. Sementara pepatah “bule” bilang “where is the will, there is the way dimana ada kemauan disana ada jalan”. So, let’s check this one out.

  1. Awali langkah pergi ke sekolah dengan niat dan semangat full coz Allah.
  2. Always do the best, reward itu bonus.
  3. Cinta ilmu, karna al-ilmu nuur.
  4. Jadikan ilmu yang didapat bermanfaat, ingat “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.
  5. Selalu jadi pionir dalam ibadah dan kebaikan.
  6. Patuh dan sayang sama orang tua.
  7. Berkumpulnya dengan orang sholih/sholihah.
  8. Tampil keren dengan kepribadian Islam.
  9. Upgrade diri dengan multi kemampuan, kalo bisa banyak hal kan lebih bisa banyak bermanfaat.

No selfish. Ngajak Orang – orang di sekeliling kita untuk beriman dan beramal sholih, biar bisa bareng-bareng di Surga Firdaus. Amiiiin…..

 

 

Incoming search terms:

Bagikan informasi tentang To Be ‘Smart With Islam’ Generation kepada teman atau kerabat Anda.

To Be ‘Smart With Islam’ Generation | Jual Gamis Syar i| Baju Muslim Anak | Baju Muslimah Terbaru

Belum ada komentar untuk To Be ‘Smart With Islam’ Generation

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan